ACEH TENGAH, GEMAPERS.COM– Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Provinsi Aceh, Tagore Abubakar, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta siap hadir apabila terdapat ancaman terhadap persatuan dan kedaulatan bangsa.
Menurut Tagore, PETA hadir kembali sebagai wadah yang dilandasi semangat bela negara dan kecintaan terhadap tanah air. Ia menekankan bahwa organisasi tersebut akan bangkit dan bergerak apabila ada pihak-pihak yang mengganggu keutuhan NKRI.
“PETA akan hadir jika NKRI diganggu. Kami siap bangkit untuk membela negara dan menjaga persatuan bangsa,” tegas Tagore.
Ia menyebutkan bahwa PETA memiliki karakter yang berbeda dengan organisasi lainnya karena telah teruji dan terbukti dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Tagore juga menegaskan bahwa semangat merah putih merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia hanya satu dan harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Merdeka hanya satu, dan merah putih adalah harga mati,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menghormati adat istiadat dan budaya di seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud nyata pengamalan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita harus menghormati adat dan budaya di mana pun berada. Keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Tagore menjelaskan bahwa PETA lahir dari kesadaran untuk membela tanah air ketika negara membutuhkan. Namun, pada saat kondisi negara aman, keberadaan organisasi tersebut sering kali kurang mendapat perhatian.
“PETA hadir dari kesadaran untuk membela tanah air ketika negara memerlukan. Ketika negara aman, PETA kerap ditinggalkan, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa tidak pernah luntur,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota dan masyarakat yang memiliki semangat kebangsaan untuk terus bergerak dan tidak berhenti berbuat demi kepentingan bangsa dan negara.
“Jika sudah bergerak, jangan berhenti. Teruslah mengabdi untuk kepentingan merah putih dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Tagore Abubakar. (RG)











































