BENER MERIAH, GEMAPERS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna membahas secara komprehensif berbagai persoalan daerah, khususnya terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Bener Meriah.
Kesepakatan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah, dr. Wein Kusumandana Mimija, usai rapat bersama pimpinan fraksi dan sejumlah anggota DPRK yang digelar pada Senin (9/3/2026).
Menurut Mimija, pembentukan Pansus ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan tuntutan melalui aksi demonstrasi di gedung DPRK. Dalam aksi tersebut, massa meminta lembaga legislatif membentuk tim khusus untuk menelaah sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk polemik terkait pembelian daging Meugang yang bersumber dari bantuan Presiden.
Menanggapi hal tersebut, DPRK Bener Meriah kemudian menggelar rapat fraksi untuk membahas langkah yang akan diambil. Hasilnya, empat fraksi yang ada di DPRK sepakat untuk segera membentuk Panitia Khusus.
“Semua fraksi sepakat untuk dibentuk Tim Pansus. Pembahasannya tidak hanya terkait daging Meugang, tetapi juga akan mencakup penanganan bencana di Kabupaten Bener Meriah secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pansus nantinya diharapkan dapat bekerja secara objektif dengan melakukan kajian, pengumpulan data, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanganan bencana dan memastikan program bantuan kepada masyarakat berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
Lebih lanjut Mimija menjelaskan, proses teknis pembentukan Pansus akan terus dipersiapkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRK. “Kita akan terus memprosesnya. Kemungkinan setelah Lebaran nanti akan kita bawa ke rapat paripurna untuk disahkan,” ungkapnya.
Pembentukan Pansus ini diharapkan menjadi langkah konkret DPRK Bener Meriah dalam menjalankan fungsi pengawasan serta menampung aspirasi masyarakat demi mendorong tata kelola pemerintahan yang, lebih transparan dan akuntabel di daerah tersebut. (Hermansyah)











































