MEDAN, GEMAPERS.COM – Di tengah duka yang masih menyelimuti wilayah Aceh pascabencana, secercah harapan datang dari Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama delapan kabupaten/kota menunjukkan solidaritas konkret melalui penyaluran hibah senilai Rp260 miliar untuk mendukung pemulihan daerah terdampak.
Langkah ini menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Gayo Musara Sumatera Utara. Organisasi berbasis kedaerahan tersebut menilai bantuan itu bukan sekadar angka dalam kebijakan anggaran, melainkan representasi nyata dari empati dan persaudaraan lintas wilayah.
Ketua Umum Gayo Musara Sumatera Utara, Paisal SE, menyebut kontribusi Pemprov Sumut sebagai bentuk kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh masyarakat korban bencana.
“Bantuan hibah Rp260 miliar ini bukan hanya soal nilai, tetapi tentang kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan. Ini menunjukkan bahwa di tengah musibah, solidaritas tetap menjadi kekuatan utama,” ujar Paisal di Medan, Rabu.
Menurut dia, dukungan fiskal tersebut akan sangat membantu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama pada sektor-sektor vital yang terdampak bencana.
Di sisi lain, Gayo Musara Sumatera Utara juga mengambil peran aktif dalam gerakan kemanusiaan. Melalui partisipasi luas masyarakat, organisasi ini telah menyalurkan bantuan logistik kurang lebih mencapai sekitar 100 ton ke sejumlah wilayah terdampak di Aceh. Bahkan, sejak satu pekan pascabencana, Gayo Musara telah lebih dahulu hadir di lokasi dengan mengirimkan tim relawan serta bantuan darurat melalui jalur udara dari Lanud Soewondo di Medan.
Kehadiran awal tersebut, menurut Ketua Umum Gayo Musara Sumatera Utara, Paisal SE, menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk merespons cepat situasi darurat, sekaligus memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara efektif di tengah keterbatasan akses darat saat itu.
“Gotong royong adalah identitas kita. Apa yang dilakukan masyarakat Sumatera Utara, termasuk melalui Gayo Musara, adalah cerminan nilai itu yang masih hidup dan relevan,” katanya.
Gayo Musara berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sipil dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya pemulihan jangka panjang.
Di tengah tantangan pascabencana yang kompleks, solidaritas lintas daerah seperti ini menjadi penanda bahwa batas administratif tidak pernah menjadi penghalang bagi kemanusiaan. (Ril)







































