BENER MERIAH, GEMAPERS.COM– Di tengah lumpuhnya akses akibat rentetan bencana banjir dan tanah longsor, semangat kemanusiaan menunjukkan taringnya. Sebanyak 33 relawan yang tergabung dalam Tim Operasi Semut berhasil menembus isolasi geografis demi mengantarkan bantuan logistik bagi warga di Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.
Misi kemanusiaan yang dipimpin oleh Mualim Stany ini menjadi tumpuan harapan bagi warga yang selama beberapa pekan terakhir terputus dari jalur distribusi bantuan utama.
Medan yang berat tidak menyurutkan langkah para relawan. Sebanyak 600 kilogram logistik diangkut secara manual dengan cara dipikul menyusuri jalur ekstrem yang hancur akibat longsor. Perjalanan dimulai pada Senin (15/12) pukul 09.30 WIB.

Rombongan sempat bermalam (camp) di Kampung Tembolon sebelum melanjutkan perjuangan pada keesokan harinya pukul 09.10 WIB. Setelah bergelut dengan lumpur, tanjakan curam, dan jalur licin selama hampir delapan jam di hari kedua, tim akhirnya tiba di Samar Kilang pada pukul 18.15 WIB.
Total jarak tempuh yang dilalui mencapai 110,6 kilometer, sebuah perjalanan yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga keteguhan hati para relawan.
Ketua Tim Operasi Semut, Mualim Stany, menegaskan bahwa aksi ini murni lahir dari rasa tanggung jawab moral terhadap sesama yang belum tersentuh bantuan secara maksimal.
“Kondisi medan memang sangat berat, namun kebutuhan masyarakat jauh lebih mendesak. Prinsip kami sederhana: selama masih ada jalan, sekecil apa pun celahnya, bantuan harus sampai ke tangan yang membutuhkan,” tegas Mualim.
Kedatangan tim disambut penuh haru oleh warga setempat. Selain kebutuhan pokok, masyarakat Samar Kilang menyampaikan aspirasi mendesak terkait sarana transportasi air. Mereka sangat mengharapkan pengadaan perahu karet atau alat penyeberangan untuk mengangkut hasil perkebunan dan persawahan yang kini terisolasi di seberang sungai akibat rusaknya akses jembatan/jalan.
Kesuksesan misi ini tidak lepas dari koordinasi yang solid melalui tiga posko utama:
- Posko Banda Aceh: Dikoordinasikan oleh Punjria, Rifaul Azmi, dan Sayuni Futri.
- Posko Matang (Universitas Almuslim): Dikoordinasikan oleh Ikram dari UKM PA-LH ALASKA.
- Posko Kecamatan Bandar: Didukung langsung oleh Kapolsek Bandar, Iptu Dede Moerdhany, S.H., mewakili Polres Bener Meriah.
Dedikasi Tim Operasi Semut menjadi bukti nyata bahwa solidaritas sosial tetap tumbuh kuat di tengah keterbatasan. Aksi ini menegaskan bahwa kerja kemanusiaan tidak akan pernah tunduk pada rintangan alam sehebat apa pun. (Herman)










































