BENER MERIAH, GEMAPERS.COM– Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui pos pemantauan Gunung Api Burni Telong memberikan pernyataan resmi terkait aktivitas seismik yang dirasakan masyarakat baru-baru ini. Tercatat telah terjadi empat kali gempa dengan magnitudo masing-masing sebesar 4,5; 2,9; 2,9; dan 3,9.
Berdasarkan hasil analisis dari tim pemantau, rentetan gempa tersebut murni merupakan Gempa Tektonik dan bukan disebabkan oleh aktivitas magma (vulkanik). Titik koordinat gempa memang berada di seputaran Gunung Burni Telong, namun hingga saat ini tidak ditemukan adanya pengaruh langsung terhadap aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Informasi mengenai munculnya asap di Gunung Burni Telong adalah tidak benar atau hoax. Berdasarkan pemantauan visual dan instrumen di lapangan, kondisi kawah masih terpantau normal.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Api Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada). Status ini tidak mengalami peningkatan pasca terjadinya rentetan gempa tektonik tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menghimbau seluruh masyarakat untuk, Tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari menyebarkan informasi yang bukan berasal dari sumber resmi (BPBD atau Pos Pengamatan Gunung Api).
Tetap waspada namun menjalankan aktivitas seperti biasa. Dan Masyarakat diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi Pemerintah Daerah dan BMKG. (Rg)










































