BENER MERIAH, GEMAPERS.COM – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi memberikan klarifikasi tegas terkait isu miring yang beredar di masyarakat. Informasi yang menyebutkan bahwa cabai yang dikirim melalui Bandara Rembele berkualitas buruk atau busuk dinyatakan sebagai berita bohong (hoaks) dan menyesatkan.
Kepala Pusat Data dan Informasi, Ilham Abdi, menegaskan bahwa komoditas cabai yang berasal dari dataran tinggi Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan produk unggulan dengan standar kualitas tinggi.
”Cabai dari daerah kita dibudidayakan menggunakan bibit pilihan sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian. Seluruh proses, mulai dari masa tanam, panen, hingga distribusi, berada di bawah pengawasan mutu yang ketat untuk menjamin kesegaran produk sampai ke tangan konsumen,” ujar Ilham dalam keterangan resminya.
Ilham menjelaskan bahwa setiap komoditas yang masuk ke jalur pengiriman udara melalui Bandara Rembele wajib melewati proses seleksi (grading) yang sangat teliti. Hanya produk dengan kondisi prima yang diizinkan untuk diterbangkan ke luar daerah.
”Klaim bahwa cabai yang dikirim dalam kondisi rusak sama sekali tidak berdasar. Justru pengiriman via udara dipilih untuk menjaga freshness (kesegaran) agar waktu tempuh lebih singkat dibandingkan jalur darat,” tambahnya.
Pemerintah Daerah mengendus adanya motif tertentu di balik penyebaran informasi negatif ini. Isu ini diduga sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengintervensi pasar dan menjatuhkan harga jual petani di tingkat lokal.
”Kami melihat ada upaya sistematis untuk menjatuhkan nilai jual cabai Bener Meriah dan Aceh Tengah. Pemerintah memastikan bahwa isu tersebut tidak benar dan kami akan terus mengawal stabilitas harga komoditas unggulan kita,” tegas Ilham. (Rg)











































