Oleh : Syahru S.Sos
Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku transportasi darat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran operasional angkutan penumpang maupun distribusi barang, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bener Meriah menyampaikan bahwa antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) membuat banyak kendaraan angkutan harus menunggu berjam-jam untuk memperoleh bahan bakar. Situasi ini tidak hanya menghambat jadwal perjalanan para pengemudi, tetapi juga mulai mempengaruhi kelancaran layanan transportasi bagi masyarakat.
Organda menilai kondisi tersebut juga dipicu oleh kepanikan sebagian masyarakat dalam membeli BBM secara berlebihan menggunakan jeriken dan galon kecil. Kepanikan tersebut menyebabkan distribusi BBM di lapangan menjadi tidak merata, sehingga kendaraan angkutan yang benar-benar membutuhkan BBM untuk operasional justru mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.
Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan oleh angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang melayani perjalanan jarak jauh ke berbagai daerah. Sejumlah pengemudi mengaku jadwal keberangkatan menjadi terganggu karena harus mengantre BBM dalam waktu yang cukup lama sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Selain itu, kondisi yang sama juga dirasakan oleh angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang melayani rute antar kabupaten di wilayah Aceh. Antrean BBM yang panjang menyebabkan beberapa armada mengalami keterlambatan dalam keberangkatan dan kedatangan, sehingga pelayanan terhadap penumpang ikut terdampak.
Tidak hanya angkutan penumpang, sektor angkutan barang juga mulai merasakan dampak dari situasi tersebut. Kendaraan pengangkut hasil pertanian, sembako, dan kebutuhan pokok masyarakat mengalami keterlambatan distribusi karena harus menunggu lama untuk memperoleh BBM. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada kelancaran pasokan barang ke pasar.
Jika antrean panjang ini tidak segera teratasi, Organda khawatir akan muncul dampak lanjutan terhadap operasional transportasi di lapangan. Gangguan terhadap kelancaran operasional kendaraan dapat meningkatkan beban operasional pengemudi, yang pada akhirnya berpotensi mempengaruhi biaya angkutan penumpang maupun jasa angkutan barang.
Situasi ini menjadi semakin krusial karena terjadi menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pada periode tersebut, kebutuhan transportasi biasanya meningkat signifikan, baik untuk arus mudik masyarakat maupun untuk memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok di berbagai wilayah.
Organda Kabupaten Bener Meriah juga berharap kepada seluruh pengelola SPBU di wilayah Bener Meriah agar dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pengisian BBM bagi kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang, karena kendaraan tersebut memiliki peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Selain itu, Organda Kabupaten Bener Meriah mendesak pihak Pertamina untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM di wilayah Kabupaten Bener Meriah tetap terjamin dan tidak mengalami gangguan. Kepastian ketersediaan BBM dinilai sangat penting agar operasional transportasi darat serta distribusi barang dapat berjalan normal dan tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Organda juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Kepanikan dalam pembelian BBM dinilai hanya akan memperparah situasi di lapangan dan berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih luas terhadap kelancaran transportasi serta distribusi barang.
Sebagai organisasi yang menaungi pelaku transportasi darat, Organda Kabupaten Bener Meriah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran layanan angkutan bagi masyarakat serta mendorong semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.
“Penulis adalah Sekretaris Organda Bener Meriah dan Ketua Umum Asesosiasi Pemuda Desa Bener Meriah (APD-BM) “







































