ACEH TIMUR, GEMAPERS.COM – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menunjukkan solidaritas lintas wilayah yang luar biasa dengan menyalurkan bantuan masa panik bagi warga Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Desa ini menjadi salah satu titik terparah yang dihantam bencana banjir dan tanah longsor hingga menyebabkan akses transportasi lumpuh total.
Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Bener Meriah, Hasyimi IB, SKM, M.Kes, mewakili Bupati Bener Meriah.
Perjalanan menuju Desa Sah Raja digambarkan sebagai misi yang menguji nyali. Tim ekspedisi harus berjibaku dengan jalur tanah yang licin, kubangan lumpur yang dalam, serta ancaman longsor susulan di sepanjang jalan. Kehadiran relawan yang tergabung dalam ekspesidisi ini menjadi kunci dalam memandu pergerakan armada bantuan melalui medan ekstrem tersebut.

Ketua Asosiasi Pemuda Desa Bener Meriah (APD-BM), Sahru, S.Sos, yang juga tergabung dalam ekpesisi ini dan turut terjun dalam rombongan, mengungkapkan rasa syukur dan harunya setibanya di titik pengungsian. Ia mengakui bahwa rute menuju Desa Sah Raja memberikan tantangan fisik dan mental yang luar biasa. betapa beratnya perjuangan tim untuk mencapai titik pengungsian.
“Lelah kami terbayar tuntas. Meskipun akses menuju ke sini sangat sulit dan penuh risiko, melihat bantuan ini tersalurkan langsung ke tangan masyarakat adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Sahru dengan nada haru.
Setibanya di lokasi, tim disambut pemandangan yang memilukan. Berdasarkan laporan dilapangan, Kondisi Desa Sah Raja pascabencana dilaporkan sangat memilukan. Betapa tidak, hampir 90% hunian warga kini rata dengan tanah, memaksa mayoritas penduduk bertahan tanpa tempat bernaung. Desa ini sempat terisolasi total karena 80% akses jalan berupa jalur lumpur yang nyaris tak bisa ditembus, menyebabkan bantuan terlambat sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan logistik dasar, bahan pangan, serta perlengkapan darurat. Kepala Dinas Sosial, Hasyimi, berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga di masa pemulihan yang diprediksi akan berjalan cukup lama mengingat skala kerusakan yang ada.
“Aksi ini adalah wujud nyata kolaborasi antar-pemerintah daerah dan relawan. Kita tidak boleh membiarkan saudara kita berjuang sendirian di wilayah terisolasi,” tegas Hasyimi.

Keberhasilan misi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah, dengan relawan yang tergabung dalam ekpedisi ini mampu menembus batas geografis demi misi kemanusiaan. (RG)











































