BENER MERIAH, GEMAPERS.COM — Upaya pemulihan krisis air bersih di Kabupaten Bener Meriah mendapat dukungan signifikan. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah resmi menerima bantuan infrastruktur dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai respons cepat atas permohonan Bupati Bener Meriah terkait dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November lalu.
Bantuan tahap pertama tiba pada Sabtu (27/12/2025), berupa dua unit truk pengangkut pipa dan aksesoris jaringan air bersih. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Panjaitan, kepada Bupati Bener Meriah.

Plt. Direktur Utama Perumda Tirta Bengi, Sanusi Purnawira Dade, menegaskan bahwa material tersebut merupakan komponen krusial untuk menormalisasi layanan yang sempat terganggu parah.
”Bantuan ini sangat vital. Tim teknis kami akan segera bergerak melakukan instalasi pada sejumlah titik intake dan jaringan distribusi yang rusak agar air dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga sesegera mungkin,” ujar Sanusi.
Bencana hidrometeorologi yang melanda pada 26 November 2025 lalu memberikan dampak serius pada sistem penyediaan air minum di Bener Meriah. Dari total 8 intake yang ada:
- 4 Intake Rusak Berat: Mengalami kerusakan total dan memerlukan pembangunan ulang. Kondisi ini telah dilaporkan kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh.
- 4 Intake Darurat: Saat ini masih beroperasi secara terbatas setelah dilakukan penanganan darurat agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Meski bantuan tahap pertama telah tiba, Sanusi berharap dukungan lintas sektor dapat terus mengalir mengingat besarnya skala perbaikan yang dibutuhkan.
”Kami sangat mengharapkan realisasi bantuan tahap lanjutan dari BNPB serta dukungan dari Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Aceh, dan PERPAMSI. Kolaborasi ini sangat diperlukan agar pemulihan layanan air bersih di Bener Meriah bersifat menyeluruh dan permanen,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Perumda Tirta Bengi berkomitmen menjadikan pemulihan akses air bersih sebagai prioritas utama demi menjamin kesejahteraan masyarakat pasca-bencana. (Rg)











































