BENER MERIAH, GEMAPERS.COM – Di tengah kepungan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengambil kebijakan strategis dengan membatalkan seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Bener Meriah. Dana sebesar Rp945 juta yang awalnya dialokasikan untuk pesta rakyat, kini sepenuhnya dialihkan untuk penanganan kedaruratan bencana.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan para Reje (Kepala Desa) di Pendopo Bupati, Selasa (16/12/2025).
Bupati Tagore menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-22 yang jatuh pada 18 Desember 2025, tidak akan dilaksanakan secara meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Agenda besar seperti upacara formal, pacuan kuda tradisional, berbagai perlombaan, hingga malam resepsi resmi ditiadakan.
“Dalam kondisi duka akibat bencana ini, tidak etis jika kita berpesta. Anggaran sebesar Rp945.000.000 yang sebelumnya telah disiapkan untuk rangkaian acara HUT, kini kami alihkan sepenuhnya untuk kebutuhan mendesak penanganan kedaruratan yang masih berlangsung hingga 23 Desember mendatang,” tegas Tagore.
Sebagai ganti dari kemeriahan seremonial, Pemkab Bener Meriah akan memperingati hari jadi kabupaten secara sederhana melalui doa bersama (istighosah) dengan melibatkan masyarakat dan seluruh jajaran pemerintahan. Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan sekaligus permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta agar cobaan bencana segera berakhir.
“Saat ini, hal terpenting yang harus kita lakukan adalah memperbanyak doa agar cobaan ini segera berlalu dan Bener Meriah kembali pulih. Kami beserta seluruh jajaran berkomitmen untuk bekerja maksimal di lapangan. Kepentingan masyarakat adalah prioritas di atas segalanya,” tambah Tagore.
Pengalihan anggaran ini diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan material longsor, perbaikan akses jalan yang terputus, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga yang terdampak di berbagai titik rawan.
Kebijakan ini mendapatkan apresiasi sebagai langkah konkret kepemimpinan yang responsif terhadap situasi krisis, memastikan bahwa setiap rupiah uang negara digunakan untuk menyelamatkan dan membantu rakyat di masa sulit.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan bagi masyarakat, terutama dalam merespons bencana alam melalui kebijakan yang cepat, tepat, dan transparan. (RG)










































